Hampir
bisa dipastikan tidak ada di antara kita yang pernah ketinggalan pesawat,
justeru yang sering terjadi itu adalah maskapai penerbangan kitalah yang sering
menunda keberangkatan (delay) dengan alasan teknis dan lain sebagainya. Bahkan
saya secara pribadi biasanya sudah check-in dan berada di boarding
room (ruang tunggu) satu jam sebelum keberangkatan. Maka kalau sudah
begitu, berjalan ke toko buku Bandara sesuatu yang mengasyikkan.
Terlepas
dari itu semua yang mau kita sorot kali ini adalah kenapa kita tidak pernah
ketinggalan pesawat? Jawabannya bisa beragam. Bisa karena tiket yang sudah kita
bayar mahal, pesawat yang tidak kenal kata “tunggu” atau bagi umumnya orang
durasi naik pesawat bukan seperti naik sepeda motor atau mobil. Namun pelajaran
penting yang mau kita petik dari peristiwa mengejar pesawat ini adalah
menghargai waktu.
Nah, sekarang coba bandingkan respon diri kita dengan agenda-agenda
lainnya. Alasan-alasan keterlambatan dalam berbagai pertemuan kita gulirkan
untuk mendapatkan pemaafan. Mungkin berbagai excuse itu ada benarnya,
atasan atau orang lain bisa memaklumi, tapi dalam rangka membangun jiwa yang
kuat dan disiplin diri semua itu akan menurunkan nilai.
Banyak
juga cara untuk kita bisa mengalahkan keterlambatan dalam berbagai agenda hari-hari
yang kita lalui. Di antaranya, meluruskan cara berpikir (mindset). Sebagian
berpikir bahwa masih ada orang lain yang akan hadir dalam pertemuan tersebut,
saya bukan orang yang ditunggu-tunggu (bahkan kalau tidak datang agenda akan
tetap berjalan). Pikiran kita adalah rahim dari sikap, orang bisa membaca
pikiran kita lewat bayi-bayi perilaku yang tumbuh. Karena itu seseorang bisa
mengetahui bahwa kita orang yang sulit maju dalam percaturan kehidupan ini
lewat keterlambatan-keterlambatan yang kita tabung.
Setelah
tumbuh mindset yang benar ini, bahwa sayalah orang pertama yang harus
datang, saya akan menyambut orang-orang dengan senyum dan sapaan yang akrab.
Maka tugas berikutnya adalah mensiasati bagaimana kita tidak terlambat.
Berlakulah seperti orang-orang yang tidak mau ketinggalan pesawat. Kalau
agendanya pagi, maka pada malam sebelumnya kita sudah bersiap-siap, apakah
pakaian yang disetrika, ransel, sepatu, dan lain sebagainya. Persiapkan semua
itu, sehingga esoknya tidak mudah terlupakan, dan kita tinggal berfokus dengan
keberangkatan.
Kemudian
kalau kita menggunakan kendraan pribadi ceklah terlebih dahulu, sehingga
mengurangi resiko rusak di perjalanan. Dan kalau berjalanan kaki berjalanlah
yang cepat, itu semua bisa menghilangkan kelesuan. Dan tentunya jangan lupa
juga untuk makan atau sarapan, dengan begitu di perjalanan kita tidak lagi
memikirkan perkara tersebut.
Jadilah
orang yang pertama datang dalam setiap pertemuan. Kalaupun ada rintangan jangan
lupa memberitahu yang bersangkutan secepat mungkin. Orang penting bukan
ditentukan oleh posisi, tapi oleh sikap-sikap baik yang dirutinkan. Bukankah
kestabilan alam semesta dipengaruhi oleh orang-orang baik!
Wamdi
Jihadi
