Kamis, 21 Januari 2016

Orang Pertama Datang


Hampir bisa dipastikan tidak ada di antara kita yang pernah ketinggalan pesawat, justeru yang sering terjadi itu adalah maskapai penerbangan kitalah yang sering menunda keberangkatan (delay) dengan alasan teknis dan lain sebagainya. Bahkan saya secara pribadi biasanya sudah check-in dan berada di boarding room (ruang tunggu) satu jam sebelum keberangkatan. Maka kalau sudah begitu, berjalan ke toko buku Bandara sesuatu yang mengasyikkan.
Terlepas dari itu semua yang mau kita sorot kali ini adalah kenapa kita tidak pernah ketinggalan pesawat? Jawabannya bisa beragam. Bisa karena tiket yang sudah kita bayar mahal, pesawat yang tidak kenal kata “tunggu” atau bagi umumnya orang durasi naik pesawat bukan seperti naik sepeda motor atau mobil. Namun pelajaran penting yang mau kita petik dari peristiwa mengejar pesawat ini adalah menghargai waktu.
Nah, sekarang coba bandingkan respon diri kita dengan agenda-agenda lainnya. Alasan-alasan keterlambatan dalam berbagai pertemuan kita gulirkan untuk mendapatkan pemaafan. Mungkin berbagai excuse itu ada benarnya, atasan atau orang lain bisa memaklumi, tapi dalam rangka membangun jiwa yang kuat dan disiplin diri semua itu akan menurunkan nilai.
Banyak juga cara untuk kita bisa mengalahkan keterlambatan dalam berbagai agenda hari-hari yang kita lalui. Di antaranya, meluruskan cara berpikir (mindset). Sebagian berpikir bahwa masih ada orang lain yang akan hadir dalam pertemuan tersebut, saya bukan orang yang ditunggu-tunggu (bahkan kalau tidak datang agenda akan tetap berjalan). Pikiran kita adalah rahim dari sikap, orang bisa membaca pikiran kita lewat bayi-bayi perilaku yang tumbuh. Karena itu seseorang bisa mengetahui bahwa kita orang yang sulit maju dalam percaturan kehidupan ini lewat keterlambatan-keterlambatan yang kita tabung.
Setelah tumbuh mindset yang benar ini, bahwa sayalah orang pertama yang harus datang, saya akan menyambut orang-orang dengan senyum dan sapaan yang akrab. Maka tugas berikutnya adalah mensiasati bagaimana kita tidak terlambat. Berlakulah seperti orang-orang yang tidak mau ketinggalan pesawat. Kalau agendanya pagi, maka pada malam sebelumnya kita sudah bersiap-siap, apakah pakaian yang disetrika, ransel, sepatu, dan lain sebagainya. Persiapkan semua itu, sehingga esoknya tidak mudah terlupakan, dan kita tinggal berfokus dengan keberangkatan.
Kemudian kalau kita menggunakan kendraan pribadi ceklah terlebih dahulu, sehingga mengurangi resiko rusak di perjalanan. Dan kalau berjalanan kaki berjalanlah yang cepat, itu semua bisa menghilangkan kelesuan. Dan tentunya jangan lupa juga untuk makan atau sarapan, dengan begitu di perjalanan kita tidak lagi memikirkan perkara tersebut.
Jadilah orang yang pertama datang dalam setiap pertemuan. Kalaupun ada rintangan jangan lupa memberitahu yang bersangkutan secepat mungkin. Orang penting bukan ditentukan oleh posisi, tapi oleh sikap-sikap baik yang dirutinkan. Bukankah kestabilan alam semesta dipengaruhi oleh orang-orang baik!

Wamdi Jihadi

Penulis buku “Menuju Jalan Terang”